August 9, 2017

Tanaman Hias Honje (Kecombrang) Dengan Manfaat Segudang


Saya mengkategorikan tanaman yang termasuk jenis sayuran ini ke dalam salah satu tanaman hias, karena bentuk bunga honje memiliki keindahan tersendiri. Nama lain dari honje adalah kecombrang, siantan dan sebagainya. Banyak sebutan untuk tanaman ini sesuai dengan istilah daerah yang berbeda. Nama ilmiah dari honje adalah Etlingera Elatior. Tanaman ini mempunyai segudang manfaat yang sudah banyak dipaparkan oleh para ahli tanaman obat, ahli kuliner, dan tentu para pecinta tanaman hias.
Honje biasa digunakan sebagai bahan campuran sayuran, karena memiliki rasa yang enak dan aroma wangi yang khas. Ambil contoh di daerah Jawa Barat, honje sering digunakan sebagai campuran sayur kacang merah dan lalapan untuk sambal. Di daerah lain, honje sering dimanfaatkan sebagai bahan campuran pecel. 
Selain sebagai bahan makanan (Sayuran) honje bisa berfungsi sebagai tanaman hias. Bentuk bunga menyerupai gasing terbalik, dengan warna merah muda cukup menarik pandangan mata dan menyegarkan orang yang melihatnya.
Khasiat obat dari honje lebih banyak lagi dibandingkan dengan jenis tanaman hias lain, berikut saya paparkan sejumlah khasiat dari tanaman ini.
1. Honje mengandung aroma wangi penghilang bau badan dan bau amis
Aroma yang terdapat pada daun dan bunga honje akan sangat tercium dengan tajam jika kita menumbuk atau melumat bagian bunga dan daunnya. Untuk anda yang mempunyai aroma bau badan yang menyengat, honje bisa dijadikan alternatif deodoran alami. Cukup dengan menumbuk bunga atau pucuk dari daun tanaman ini, kemudian dibalurkan pada ketek dan badan setiap habis mandi. 
Selain mengurangi bau badan, bunga honje bisa dijadikan sebagai penghilang bau amis pada ikan atau pun daging. Nah, sebentar lagi akan tiba Hari Raya Idul Adha dimana banyak binatang ternak yang disembelih untuk dibagikan dagingnya. Terutama untuk menghilangkan bau dari daging domba yang menyengat, bunga atau bisa juga menggunakan pucuk daun dari honje digunakan untuk menetralisir bau yang melekat pada daging binatang kurban ini.
2. Honje mengandung kalium yang tinggi
Kalium sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai zat untuk menyerap giji dari makanan yang kita konsumsi. Bila anda memiliki anak dengan gizi buruk, tentu diperlukan banyak kalium sebagai zat yang bisa memperlancar penyerapan gizi. Bunga honje dalam hal ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan campuran untuk makanan anak anda.
3. Honje mengandung banyak kalsium
Dalam bunga maupun pucuk daun honje terdapat kandungan kalsium yang tinggi. Kalsium sangat bermanfaat untuk penguatan tulang. Terlebih untuk anak dalam masa pertumbuhan. Dengan asupan kalsium yang tinggi tentu pembentukan tulang akan lebih kuat dan terhindar dari keropos. Tidak hanya pada anak-anaka, asupan kalsium sangat dibutuhkan pulan oleh orang dewasa dan lansia, untuk mencegah osteoporosis.
4. Honje mengandung zat fosfor untuk penguat gigi
Bila anda mempunyai gigi yang rapuh, tentu dengan mengkonsumsi honje secara berangsur gigi anda akan menjadi lebih kuat, karena kandungan zat fosfor dalam bunga honje cukup tinggi.
5. Honje bisa dijadikan obat asam lambung
Penyakit asam lambung (mag), sangat mengganggu aktivitas anda dalam keseharian. Bahkan, untuk pengidap asam lambung yang sudah kronis sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi bunga honje sebagai obatnya. Selain dengan cara yang mudah, bisa dikonsumsi sebagai sayuran, bisa juga anda rebus bunga honje untuk diminum airnya. Cukup dengan meminum air rebusan sebanyak 3 kali sehari, penyakit asam lambung anda akan berangsur sembuh.
6. Honje bermanfaat sebagai penambah selera makan
Seperti halnya yang terdapat pada daun pucuk pepaya, pucuk daun dan bunga honje bisa dijadikan sebagai bahan olahan penambah selera makanan. Para ahli kuliner sudah tidak meragukan lagi manfaat honje sebagai bumbu rempah yang sangat baik sebagai penyedap dan penambah selera.
7. Honje mengandung kadar lemak yang rendah
Nah, ini dia sebuah manfaat yang cukup fantastis. Dikatakan demikian, karena dalam poin nomor enam disebutkan honje sebagai penambah selera makan dan di sisi lain bisa digunakan sebagai makanan untuk penurun berat badan karena memiliki kandungan lemak yang rendah. Cukup unik, dalam satu jenis tanaman memiliki dua fungsi yang berlawanan.
Itulah sejumlah khasiat dari tanaman hias honje. Masih banyak manfaat lain tanaman ini dalam hal khasiat obat, seperti untuk mengobati penyakit jantung, mencegah penyakit kanker, dan menyuburkan pertumbuhan rambut karena tanaman hias ini mengandung zink yang baik untuk penyubur rambut.
Saya yakin, masih banyak manfaat dan khasiat dari tanaman hias honje yang masih belum ditemukan oleh para ahli. Baik ahli tanaman obat (herbal) maupun para ahli kuliner.

August 5, 2017

Manfaat Dari Hobi Menanam Bunga Di Hari Libur


Pada artikel yang diposting pada beberapa hari yang lalu saya telah memaparkan tentang Bunga Kana (Tanaman Hias Dan Obat). Kali ini saya akan mengulas jenis tanaman hias yang sama namun memiliki warna yang berbeda yaitu Tanaman Hias Ganyol Leuweung Merah. Sejenis bunga kana yang tak kalah indah dengan bunga kana putih.
Saya mendapatkan bibit bunga ini dari salah seorang teman, ketika berkunjung silaturahmi ke rumahnya. Memang betul, ada keterangan dalam agama islam bahwa dengan banyak silaturahmi maka akan banyak mendatangkan rezeki. Jelas bahwa rezeki yang dimaksud tentu dalam jumlah yang banyak seperti rezeki dipanjangkan umur, rezeki disuguhi minuman dan makanan, rezeki mendapat rekan bisnis, rezeki mendapat pinjaman uang, dan sebagainya. Salah satu rezeki yang saya dapatkan adalah mendapatkan empat jenis tanaman hias dan bunga, termasuk Ganyol Leuweung Merah.
Sudah pernah saya paparkan bahwa bunga ganyol leuweung termasuk jenis tanaman hias kaya khasiat obat (baca disini).
Saya sangat menyukai tanaman hias dan bunga merupakan hobi baru. Dikatakan demikian, karena bila dihitung sejak kapan saya suka bunga? Jawabannya kurang lebih baru delapan bulan. Sebuah hobi menanam, merawat, menyiram, mengambil poto, dari berbagai jenis tanaman hias dan bunga. 
Tidak ada salahnya, bila anda pun mencoba untuk menekuni hobi menanam/merawat bunga dan tanaman hias di waktu senggang atau hari libur.
Bila anda memiliki hobi menanam bunga/tanaman hias, tentu hobi tersebut harus disertai dengan hobi dalam merawatnya. Bagaikan dua sisi dalam satu keping mata uang. Apalah artinya menanam bila nanti akan dibiarkan tumbuh tanpa perawatan. Bunga dan tanaman hias merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang harus dirawat setelah anda menanamnya.
Ada sejumlah manfaat yang saya rasakan ketika menikmati hobi menanam dan merawat bunga/tanaman hias. Berikut saya paparkan satu per satu.
1. Kegiatan menanam satu jenis bibit bunga/tanaman hias termasuk kegiatan olah raga
Dibutuhkan sekitar 30 sampai 40 menit ketika kita hendak menanam bunga/tanaman hias. Dimulai dari kegiatan menggali (mengumpulkan) tanah untuk media tanam ke dalam pot bunga. Langkah berikutnya adalah mengaduk tanah dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Lalu, dimasukan bibit bunga ke dalam pot bunga untuk kemudian disiram secukupnya. Langkah terakhir adalah mengangkat bunga beserta potnya ke tempat yang sesuai dengan karakter bunga/tanaman hias tersebut (tempat yang cocok).
Dari rangkaian proses menanam/merawat bunga atau tanaman hias, kita sudah melakukan aktivitas olah raga. Saya merasakan banyak keringat yang keluar dari sekujur tubuh yang artinya terjadi proses pembakaran lemak dalam kegiatan tersebut. Sehingga jelas kegiatan ini termasuk dalam aktivitas olah raga.
2. Mendapat manfaat estetis dan udara segar
Setelah bunga dan tanaman hias mengeluarkan bunga yang merekah (mekar) dan daun dengan corak yang indah. Mata kita disuguhi dengan keindahan yang luar biasa dari Tuhan. Selain hal tersebut, ketika bunga dan tanaman hias kita mengeluarkan banyak daun yang rindang, tentu udara di halaman dan lingkungan sekitar akan terasa lebih segar. Daun tanaman hias dan bunga mampu mengeluarkan oksigen sebagai kebutuhan kita saat bernafas dan menyerap debu atau bakteri yang membahayakan pernapasan.
3. Sarana Tadabur Alam dan Penyegaran Pikiran
Perintah Tuhan kepada manusa untuk selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya yang tidak akan pernah terhitung akan dapat diaplikasikan dalam hobi ini. Kita akan berpikir dan merenungkan bagaimana sebuah bunga dan daun bisa memiliki corak yang begitu unik dan indah. Keunikan dan keindahan tersebut tidak akan kita dapatkan dari hasil karya manusia. Dengan kata lain, pekerjaan Tuhan dalam menumbuhkan tanaman hias dan bunga sungguh tidak akan pernah tertandingi. Dari sejumlah renungan tersebut kita akan diarahkan pada proses tafakur dan bersyukur atas segala nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita melalui bunga dan tanaman hias (tadabur alam). Hasil akhir dari tadabur adalah tersegarkan kembali alam pikiran dan hati.
4. Hobi menanam bunga/tanaman hias bisa menjadi peluang bisnis
Awalnya dari sebuah hobi, kemudian ditekuni secara serius sehingga menghasilkan tanaman hias dan bunga  yang tumbuh dengan subur dan indah, kemudian ada sejumlah orang yang hendak membeli bunga/tanaman hias dari halaman rumah kita. Nah, berawal dari hal seperti itu telah banyak para pecinta bungan dan tanaman hias yang sukses meraih keuntungan dari bisnis yang berawal dari hobi.
5. Bahan insfirasi untuk menulis
Sejak menekuni hobi menanam/merawat bunga dan tanaman hias, saya mulai belajar menulis artikel dan diposting dalam blog. Sungguh terdapat kenikmatan yang luar biasa ketika kita menulis sebuah karya (artikel) yang berhubungan dengan kegiatan hobi yang satu ini. Walau pun kemampuan saya dalam menulis artikel belum tergolong mumpuni, namun jika diasah terus-menerus Insya Alloh akan berangsur lebih baik. 
Itulah sejumlah manfaat dari hobi menanam/merawat bunga dan tanaman hias di hari libur. Akhir kata saya ucapkan Alhamdulillah, terima kasih Tuhan, terima kasih bunga, terima kasih tanaman hias.

August 4, 2017

Mengenal Kalanchoe Prolifera (Jenis Cocor Bebek Yang Unik)


Tanaman hias dengan nama ilmiah Kalancoe Prolifera merupakan keluarga dari tanaman hias cocor bebek (Kalanchoe Pinnata). Saya cenderung lebih suka menyebut jenis cocor bebek ini dengan nama Buntiris. Secara morfologi kelurga cocor bebek Kalanchoe Prolifera memiliki bentuk yang unik. Dikatakan demikian karena tidak seperti bentuk cocor bebek pada umumnya. Cocor bebek berdaun tebal panjang pinggir daun bergerigi dan di bagian ujung daun muncul tunas baru. Sedangkan Jenis Kalanchoe Prolifrea memiliki pohon dengan bekas tangkai daun yang menempel menyerupai buku batang pohon. Selain itu, Kalanchoe Prolifera memiliki tangkai daun yang dipenuhi beberapa daun tebal sebessar jempol di bagian kiri dan kanan tangkai (bentuk menyirip).
Jika Kalanchoe Prolifera sudah berusia dewasa dan tumbuh dengan baik, ketinggian pohonnya bisa mencapai 100 centi meter. Ukuran yang menakjubkan dari keluarga cocor bebek yang termasuk jenis langka di Indonesia. 
Walaupun cocor bebek jenis Kalanchoe Prolifera termasuk langka, namun harga jual dari tanaman hias ini lebih murah jika dibandingkan dengan cocor bebek yang menghasilkan bunga. Untuk satu batang pohon Kalanchoe Prolifera dapat dihargai dengan nilai Rp. 20.000 rupiah. 
Jika anda mengamati dan meraba daun Kalanchoe Prolifera, maka sensasi yang didapat dari hasil rabaan bagaikan memegang kuping bayi. Terasa demikian karena bentuk daunnya yang tebal dan sebesar jempol orang dewasa.
Keunikan lainnya bila ketinggia pohon sudah mencapai 30 centi meter lebih, maka bagian daun yang sudah tua tidak lantas kemudian layu, melainkan arah daun yang semula membeber ke samping akan berubah arah ke bagian bawah sehingga jika diamati bentuk daun muda dan daun yang sudah tua dalam tanaman hias kalanchoe prolifera akan menyerupai bentuk rantang terbalik.
Pembiakan tanaman hias Kalanchoe Prolifera tidak berbeda jauh dari jenis cocor bebek pada umumnya, dengan menanam daun yang sudah matang di media tanah yang sudah digemburkan, tentu tanaman hias ini akan mengeluarkan tunas baru. Sedikit berbeda dengan cocor bebek yang lain pada ujung daun Kalanchoe Prolifera tidak mengeluarkan tunas baru sebelum daunnya jatuh ke tanah.

August 2, 2017

Jagalah Alam ! Alam Pun Akan Menjaga Kita


Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang menggalakan budaya sadar akan kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup. Saya mendengar di sebuah radio pesan yang disampaikan bahwa seluruh lapisan masyarakat harus menjaga alam. Memang, hal tersebut adalah tanggung jawab bersama. Dimulai dari usaha dari kesadaran peribadi untuk menjaga alam dengan cara menjaga dan melestarikan lingkungan. Lingkungan yang kotor dan rusak tentu akan menyebabkan sejumlah akibat yang beresiko pada munculnya penyakit dan bencana. 
Sebagai contoh bencana banjir yang sering melanda, diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak ramah terhadap lingkungan dengan membuang sampah sembarangan. Sering kita lihat pemandangan tumpukan sampah di pasar tradisional yang begitu menjijikan dan beraroma busuk. Sampah di pinggir sungai yang menumpuk hingga menghambat saluran air. Selain menyebabkan bencana banjir, sampah yang dibuang dengan sembarangan akan menimbulkan bau busuk yang rentan mengakibatkan infeksi saluran pernapasan, disentri karena penyebaran bakteri dari sampah oleh lalat dan sebagainya.
Contoh lain adalah penbangan pohon yang tidak sesuai prosedur mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem dan kurang suburnya tanah. Ditambah pembangunan sektor perumahan rakyat dan vila yang mulai menggunduli bukit dan hutan akan menyebabkan kepadatan tanah terganggu hingga bisa menyebabkan bencana longsor. 
Sebuah slogan yang saya dengar dalam radio, "Jagalah alam, maka alam pun akan menjaga kita !". Saya sangat sependapat dengan slogan tersebut. Alam yang asri, bersih dan lestari akan mendatangkan sejumlah manfaat, karena lingkungan yang hijau mampu menyaring polusi udara hingga menyegarkan setiap hela nafas yang menghirupnya. Manfaat yang bisa kita rasakan yaitu cadangan air hasil serapan akar pepohonan di gunung dan perkampungan akan mampu menyediakan cadangan air hingga musim kemarau tiba.
Sejumlah upaya yang bisa dilakukan oleh tiap individu dalam menjaga alam adalah sebagai berikut.
1. Menanam bunga, tanaman hias, dan tanaman obat di lahan kosong sekitar rumah
Bila setiap individu melakukan penanaman di halaman rumah berupa tanaman hias, tanaman obat, bunga, dan sebagainya tentu akan sangat berdampak positif pada ekosistem di lingkungan sekitar. Coba anda bayangkan, jika setiap penduduk di Provinsi Jawa Barat melakukan gerakan menanam di halaman rumah, tentu lingkungan hijau dan asri akan terwujud. 
Pemerintah sudah menganjurkan gerakan menanam sejuta pohon beberapa tahun yang lalu dan disosialisasikan dan diterapkan di setiap intansi. Memang sebuah gerakan yang bagus dan positif, namun apakah proses menanam tersebut ditindaklanjuti dengan upaya perawatan? Merawat tanaman setelah kita menanamnya tentu harus dilakukan secara berkelanjutan. Proses merawat tanaman dan pohon dibutuhkan kesabaran dan kesadaran yang tinggi dari tiap individu masyarakat.
2. Penanggulangan Masalah Sampah
Sampah yang menumpuk di pasar tradisional dan pinggir sungai menjadi penyebab klasik terjadinya bencana banjir. Hal tersebut sering kita temukan dalam media cetak maupun elektronik. Pihak pemerintah sudah melakukan upaya dengan menerapkan aturan tentang sampah. Aturan tersebut berupa pemberian sanksi kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Namun, dalam kenyataannya aturan tersebut masih dianggap sebagai aturan tidak tertulis yang berdampak hukum rendah. Hal ini menyebabkan sikap lalai dan berleha-leha dalam mengindahkannya.
Pihak pemerintah melalui dinas kebersihan terus melakukan upaya pengerukan dan pengangkutan sampah dari tiap pasar tradisional dan sampah dari lingkungan rumah. Hingga di tempat pembuangan sampah terakhir tumpukan sampah menjulang tinggi bagaikan gunung sampah.
Menurut pendapat penulis, ada baiknya jika setiap pedagang di pasar tradisional diwajibkan membawa pulang sampah sisa dagangan setiap selesai berjualan. Walaupun sampah yang dibawa pulang hanya satu kantong plastik besar, namun jika dilakukan oleh ratusan bahkan ribuan pedagang tentu akan meringankan beban kerja pemerintah. Tidak cukup dengan hanya membawa pulang, setiap pedagang diberikan tanggung jawab untuk berupa tindakan pengawasan terhadap proses akhir dari cara pemusnahan sampah yang bijak. Sosialisasi tentang tata cara pemusnahan sampah harus terus disampaikan tanpa rasa bosan.
Ditambah lagi satu permasalahan sampah yang baru-baru ini terjadi di lingkungan adalah adanya pihak yang tidak bertanggungjawab dengan membuang sampah limbah pabrik di pinggir jalan raya. Hal ini bukan tudingan, karena penulis menyaksikan sendiri adanya tumpukan sampah tersebut. Pihak yang berwenang (polisi sektor) telah merespon dengan baik atas masalah tersebut. Sudah dilakukan pengawasan siaga malam untuk menangkap basah sipelaku pembuang sampah pabrik yang tidak bertanggung jawab.
Penulis memaparkan artikel ini dengan tujuan untuk lebih meningkatkan kesadaran dan mendukung Program Pemerintah Jawa Barat dalam Menjaga Alam (menjaga kebersihan dan kelestarian). Hanya upaya kecil ini yang bisa saya lakukan untuk negara. Mudah-mudahan ada manfaat yang bisa kita terapkan dalam upaya menjaga alam. 

August 1, 2017

Bunga Kana (Tanaman Hias dan Obat)


Bunga kana sangat populer di daerah Sunda dengan sebutan ganyol leuweung, karena secara habitat memang tanaman hias ini berasal dari hutan (sunda: leuweung). Mempunyai nama ilmiah Canna Indica Lilly. Nama yang cantik untuk sebuah tanaman hias, mungkin lebih indah dari nama orang. Tanaman hias ini bisa dijadikan sebagai tanaman untuk mempercantik taman di halaman rumah, taman kota atau di depan halaman kantor. Keindahan bunganya sesuai dengan jenis dari varian warna yang berbeda. Ada kana dengan bunga warna merah, orange, putih dan campuran antara beberapa warna. 
Di Indonesia, secara umum bunga kana sering disebut juga dengan istilah populer bunga tasbih, karena butiran dari biji bunga ini memiliki tekstur yang keras dan dapat dibuat menjadi tasbih. Tempat lain dimana kita bisa menemukan jenis bunga kana adalah di sekitar pinggir sungai, karena pada dasarnya tanaman hias ini termasuk jenis tanaman liar yang menyukai daerah lembab tapi terkena cahaya matahari langsung.
Bunga kana memiliki kelopak yang tersusun menyerupai tandan. Biasanya dalam satu tangkai bunga memiliki tiga sampai empat helai kelopak bunga. Daun dari bunga kana bervariasi ada yang bercorak coklat kemerahan, merah tua, dan sebagainya tergantung jenis dan hibrid baru dari tanaman ini. Namun pada umumnya yang sering kita jumpai adalah bunga kana dengan warna hijau tua di bagian atas daun dan abu berselimut putih bagaikan ditabur terigu di bagian daun bawahnya. Bagian pohon dari bunga kana sering disebut juga dengan istilah "pohon palsu", karena merupakan tumpukan dari ketiak daun yang berlapis. Sedangkan bagian akar dari bunga kana berupa umbi yang pada umumnya dimanfaatkan untuk pengobatan.
Tidak sebatas dengan fungsi keindahan yang melekat pada tanaman hias bunga kana, fungsinya sebagai tanaman herbal (obat) juga sudah dikenal oleh para ahli (tabib) dan masyarakat awam. Berikut sejumlah khasiat obat yang bisa diperoleh dari tanaman hias bunga kana.
1. Mengobati Jerawat
Umbi atau rimpang yang terdapat pada bunga kana memiliki fungsi untuk menyembuhkan jerawat. Dengan menumbuk sampai halus umbi dari bunga kana dan mengoleskan pada bagian wajah yang terkena jerawat, maka akan sembuh secara berangsur. Pengobatan dari umbi bunga kana ini harus dilakukan secara rutin (minimal 2 kali sehari). Selain dengan cara ditumbuk, umbi bunga kana ini bisa juga dihaluskan dengan menggunakan blender.
2. Mengobati Keputihan
Untuk kaum hawa yang sering terjangkit keputihan, umbi bunga kana bisa dijadikan sebagai solusi. Caranya dengan merebus umbi bunga kana yang sudah dicincang sebanyak 10 gram dengan campuran air sebanyak 3 gelas. Kemudian rebus hingga sisa air menjadi tinggal 1 gelas. Minum air rebusan dengan intensitas 2 kali sehari.
3. Mengobati Wasir
Masih dari bagian umbi bunga kana. Selain sejumlah khasiat yang telah dipaparkan di atas, umbi bunga kana mengandung banyak serat yang bisa bermanfaat untuk mengobati wasir. Tidak jauh berbeda dengan prosedur di atas, melalui proses perebusan 10 gram umbi bunga kana dengan campuran air dua gelas hingga matang dan tertinggal satu gelas. Kemudian langkah terakhir, minumlah air rebusan sebanyak 3 kali sehari.
4. Mengobati Haid Yang Berlebihan
Haid yang berlebihan artinya peluruhan darah haid yang terlalu banyak, yang mengakibatkan rasa lemas kepada perempuan yang mengeluarkannya. Tentu rasa ini amat mengganggu. Tidak usah khawatir dengan cara merebus 9 helai dari kelopak bunga kana dan direbus dengan empat gelas air, sisakan hingga menjadi dua gelas air hasil rebusan, kemudian minum sebanyak dua kali sehari
5. Mengobati Penyakit Kuning
Untuk dimanfaatkan sebagai obat penyakit kuning, umbi bunga kana bisa direbus sebanyak 20 gram dengan campuran 5 gelas air. Kemudian sisakan dua gelas air hasil dari rebusannya. Minum secara teratur sebanyak 3 kali sehari.
Nah, itulah sejumlah manfaat dan kelebihan yang terdapat dalam tanaman hias bunga kana. Selain mempunyai nilai estetis (keindahan) juga sangat bermanfaat dengan khasiat obat.

July 30, 2017

Hiduplah Seperti Kupu-Kupu !


Kupu-kupu mengalami proses metamorfosis dalam fase hidupnya. Awalnya dia berbentuk ulat, kemudian setelah sekian lama dia mulai membalut dirinya dengan kepompong, setelah itu baru kemudian berubah menjadi kupu-kupu dengan warna yang cantik dan indah. Saat dia menjadi ulat tentu bentuknya sangat menggelikan, setiap orang yang didekati oleh ulat pasti kaget dan hendak menyingkirkannya. Tapi setelah introsfeksi diri melalui pertapaan yang lama dalam kepompong akhirnya si ulat menjadi binatang yang banyak diburu untuk diambil potonya.
Ketika sebuah taman bunga dipenuhi dengan keindahan akan warna dan merekanya bunga dengan berbagai jenis warna, pasti terdapat satu, dua, atau tiga kupu-kupu di sekitarnya. Kupu-kupu sangat menyukai sari madu yang terdapat pada benang sari yang ada pada bunga. Selain karena rasanya yang enak (manis), nutrisi dari madu bunga sangat menyehatkan bagi kupu-kupu.
Kupu-kupu merupakan mahluk yang tahu diri. Dia sangat jarang meninggalkan telur bakal ulat di sekitar tanaman bunga yang indah. Terkadang kita sering menemukan ulat lebih sering terdapat pada daun pepohonan dari pada daun bunga atau tanaman hias. Sebagai contoh, ulat sering terdapat pada daun jambu, alpukat, dan sebagainya. Jarang ditemukan ulat yang memakan daun dari bunga-bunga dan tanaman hias. 
Nah, yang menjadi pertanyaan, pernahkah anda melihat bangkai kupu-kupu? selama mengamati mahluk dan lingkungan sekitar saya sangat jarang menemukan bangkai kupu-kupu. Dimanakah mereka mati? Terlebih untuk jenis kupu-kupu yang berwarna kuning yang hidup bergerombol dalam koloninya. Sungguh dari paparan ini saya merasakan bahwa hidup seperti kupu-kupu haruslah ditiru. Awalnya orang takut (karena bentuknya ulat), akhirnya orang pada menyukainya. Dalam islam jika manusia hidup demikian biasa disebut dengan istilah Husnul Khotimah (baik di akhir masa hidupnya).
Tulisan ini saya paparkan hanya sebagai bentuk introsfeksi diri peribadi yang sampai saat ini mungkin masih banyak merugikan orang lain. Semoga, di akhir kelak saya bisa seperti perjalanan kupu-kupu. Amiiin

Anggrek Bulan Yang Terang Dan Indah


Anggrek Bulan (Moon Orchid) termasuk salah satu bunga yang ditetapkan sebagai Bunga Nasional Indonesia dengan sebutan bunga puspa pesona. Bunga anggrek jenis ini banyak tumbuh di negara tropis, tidak hanya di Indonesia tetapi ditemukan pula tumbuh dengan baik di negara tetangga seperti Malaysia, Philipina, Papua, hingga Austalia. Termasuk jenis anggrek epifit yang suka tumbuh menumpang pada pohon-pohon besar di sekitar hutan. 
Anggrek bulan memiliki morfologi daun hijau memanjang, dengan akar berwarna putih berdaging dan panjang, serta tangkai bunga yang panjang dengan warna bunga putih, ada juga warna campuran (kelopak putih dan mahkota ungu). Anggrek jenis ini termasuk tanaman monopodial, artinya jenis tanaman bunga yang hanya membutuhkan sedikit air dalam pertumbuhannya.
Anggrek bulan termasuk salah satu jenis anggrek pavorit para pecinta bunga. Selain dinilai dengan harga yang cukup tinggi, anggrek bulan mempunyai daya pikat warna putih terang bagaikan memancarkan cahaya. Harga anggrek bulan di pasaran untuk fase bibit sekitar 60 sampai 75 ribu rupiah. Sedangkan untuk anggrek dengan bunga yang sudah mekar bisa dihargai dengan nilai 165 ribu rupiah.
Dikarenakan habitat aslinya di pepohonan besar di sekitar hutan. Banyak para penggila anggrek memburunya sampai berhari-hari di hutan yang besar dan hutan liar. Itulah hobi, terkadang dengan hobi para pecinta anggrek ini berani mengorbankan banyak materi untuk mendapatkan bunga yang didamba. Memang, bibit yang diambil dari hutan akan tumbuh dengan lebih baik dan menghasilkan kelopak bunga yang lebih besar. Asalkan perawatannya disesuaikan dengan habitat asli (mulai dari suhu, sinar, dan air), maka anggrek ini akan tumbuh dan berbunga dengan baik sesuai harapan.
Tidak jauh berbeda dengan anggrek epifit jenis lain, cara perawatan anggrek bulan bisa dikatakan sama dengan anggrek lain. Hanya yang perlu menjadi catatan, penyiraman untuk anggrek bulan harus lebih jarang dibandingkan anggrek lain, karena sifat membutuhkan air yang sedikit sebagai ciri khas dari anggrek ini.
Coba anda perhatikan poto anggrek yang saya simpan di atas artikel ini. Warna terang menyala merupakan pancaran dari bunga anggrek bulan yang terkena cahaya matahari. Saya mengambil poto anggrek ini sekitar jam delapan pagi, ketika cahaya matahari belum begitu terang. Namun, hasil dari poto tersebut tampak terkena cahaya matahari penuh. Inilah yang menjadi kelebihan dari anggrek bulan yang terang dan indah.

July 29, 2017

Cara Merawat Anggrek Cattleya


Anggrek merupakan jenis tanaman hias/bunga yang memerlukan perawatan khusus. Dikatakan demikian karena jenis anggrek sangat sensitif terhadap bakteri dan berbagai penyakit tanaman, selain itu anggrek merupakan jenis tanaman hias yang sangat higienis (sehat) dan harus steril dari berbagai alat untuk merawatnya. Perlu diperhatikan mulai dari pot yang harus bersih, media tanam tidak mengandung unsur bakteri pengurai, dan sebagainya. Semua jenis anggrek sudah tentu harus dirawat dengan steril agar tumbuh dengan baik dan cepat berbunga. Tidak terkecuali dalam hal merawat Anggrek Cattleya.
Anggrek Cattleya merupakan jenis anggrek epifit (suka tumbuh menumpang pada tumbuhan lain), sehingga jika anda hendak menanamnya di halaman rumah yang terdapat pohon mangga, jambu, dan sebagainya untuk dijadikan tumpangan anggrek ini. Alangkah lebih baiknya anggrek ini ditanam di pohon tumpangan dengan diikatkan berdampingan dengan suplir. Berdasarkan pengamatan saya, anggrek epifit yang ditanam di media tanam yang mirip dengan habitat aslinya akan tumbuh dan berbunga dengan lebih baik dan cepat. 
Bagaimana jika kita tidak memiliki pohon sebagai tumpangan Anggrek Cattleya? Ya, tidak semua halaman rumah terdapat pohon. Jika permasalahannya demikian, anda bisa juga menempelkan anggrek jenis epifit ini pada tembok bagian yang kasar dengan cara diikatkan menggunakan tali yang dipaku sehingga si anggrek bisa menempel. Tidak hanya sebatas menempelkan saja, tentu harus anggrek jenis epifit akan sangat senang bila memiliki teman disisinya sebagai sahabat hidupnya. Pilih suplir, pakis, atau pun lumut dari pohon di sekitar tempelan anggrek tersebut.
Apakah anggrek epifit jenis Cattleya bisa ditanam dalam pot bunga? Jawabannya adalah tetap bisa. Dengan syarat jika hendak menanam anggrek jenis epifit Cattleya dalam pot harus diberikan kenyamanan pada tanaman tersebut. Sejumlah media tanam yang membuat bunga anggrek nyaman yaitu mencampurkan arang, jerami, bubuk kayu gergaji dan sabut kelapa pada media tanam dalam pot. Komposisi campuran yang dilakukan dengan dua jenis bahan tersebut. Bubuk arang yang sudah dihaluskan bisa menjadi dasar media tanam yang ditempatkan pada bagian bawah pot bunga dan bagian atasnya bisa menggunakan jerami atau bubuk kayu gergaji.
Tidak hanya sebatas cara menanam yang baik dibutuhkan perawatan yang intensif terhadap bunga Anggrek Cattleya. Adapun sejumlah perawatan yang bisa dilakukan agar bunga anggrek jenis ini tumbuh dan berbunga dengan baik yaitu sebagai berikut.
1. Kenali penyakit yang menyerang bunga anggrek
Dalam hal merawat bunga anggrek, alangkah baiknya bila kita mengenali sejumlah penyakit yang sering menyerangnya. Beberapa penyakit yang suka menyerang bunga anggrek yaitu bercak coklat pada daun anggrek akibat bakteri, daun anggrek layu, pembusukan pada akar anggrek, dan sebagainya.
2. Basmi penyakit pada anggrek dengan cara yang sesuai
Nah, setelah mengenali jenis penyakit pada anggrek Cattleya, kita diharapkan membasmi penyakit tersebut dengan cara yang sesuai agar tidak mengganggu morfologi dari anggrek yang ditanam. Misalnya, untuk penyakit bercak coklat pada daun, bisa dilakukan dengan cara memotong bagian daun yang terkena bercak, kemudian mengangkat anggrek dari pot bunga untuk dibersihkan potnya dan mengganti media tanam yang baru dan lebih steril. Untuk penyakit yang menyerang pembusukan akar bisa dilakukan dengan cara memindahkan anggrek tersebut ke pot lain yang lebih bersih dengan terlebih dahulu memotong akar yang busuk. Sedangkan untuk penyakit yang menyerang daun anggrek hingga layu, bisa disemprotkan fungsida secara rutin.
3. Tempatkan anggrek Cattleya pada tempat yang teduh tapi terkena cahaya
Maksudnya anggrek Cattleya berdasarkan habitatnya adalah jenis epifit yang tumbuh di batang pohon rindang. Sehingga menyukai tempat yang teduh, namun Si anggrek Cattleya akan merasa bahagia jika terkena cahaya matahari pagi selama 3 sampai 4 jam.
4. Siram Anggrek Cattleya Secara Teratur
Penyiraman tidak bisa dilakukan dengan sekehendak hati. Walaupun menyukai tempat yang lembab (15-35 derajat Celcius), anggrek Cattleya tidak baik jika disiram terlalu sering. Setiap interval penyiraman harus menunggu bagian media tanam pada anggrek kering sebelum disiram kembali. Akar dan bulb pada anggrek berfungsi untuk menyerap dan menyimpan cadangan air. Jadi jika disiram terlalu sering akan berpengaruh kurang baik.
5. Lakukan pemupukan dengan cara yang sehat.
Pupuk yang sehat bagi anggrek tentu pupuk yang steril dan terhindar dari bakteri. Dalam hal ini pupuk anorganik yang dijual di toko tanaman akan lebih baik disemprotkan seminggu sekali pada bunga anggrek. Usahakan tidak memakai pupuk kompos dan pupuk kandang, karena disinyalir dalam kedua jenis pupuk tersebut terdapat sejumlah bakteri pengurai yang kurang disukai bunga anggrek.
Demikian sejumlah cara merawat anggrek Cattleya yang bisa saya paparkan berdasarkan pengalaman. Cara tersebut bisa dipraktekan pada jenia anggrek lainnya. Semoga bermanfaat !

Tanaman Hias Ruellia Ungu


Salah satu jenis tanaman hias yang sering dianggap sebagai gulma atau hama tanaman adalah Ruellia Ungu. Dianggap demikian karena tanaman hias ini sangat mudah tumbuh. Bagaimana tidak, karena perbanyakan (berkembangnya) tanaman ini bisa tersebar di halaman atau pinggir jalan karena bijinya yang berbentuk kecil dan senantiasa tertiup angin. Nah, biji yang tertiup angin ini menyebabkan tumbuhnya Ruellia ungu di sekitar induknya.
Saya melihat tanaman hias Ruellia Ungu di daerah Cicalengka, tepatnya di sepanjang jalan Kampung Ciseke dan daerah Dungus Maung. Bermekaran indah di sepanjang jalan, membuat orang yang melihat ingin memetiknya. Namun, saya tidak mengambil, memetik, atau pun mencuri tanaman hias tersebut karena walau bagaimana pun ada pemiliknya. Saya hanya minta izin kepada penduduk sekitar untuk mengambil potonya.
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari Wikipedia (Ensiklopedia Bahasa Indonesia) ditemukan sejumlah penjelasan bahwa tanaman hias ini berasal dari negara Meksiko, Kepulauan Karibia dan negara Amerika Selatan. Bagaimana bisa sampai ke Indonesia? Nah, untuk mencari jawabannya, mungkin saja terjatuh saat biji tanaman hias ini di bawa oleh burung. 
Tanaman hias Ruellia Ungu memiliki batang pohon kecoklatan dengan daun panjang lancip dan meruncing ke bagian ujungnya. Ketinggian dari tanaman hias ini bisa mencapai 1,5 meter. Namun, dengan cara perawatan yang baik yaitu selalu rutin dipangkas batang pucuk daunnya, tanaman ini bisa berada dalam ketinggian 50 centi meter dengan bentuk yang rapi dan indah.
Tanaman hias Ruellia Ungu belum memiliki istilah untuk daerah Sunda, Bandung, Jawa Barat. Entah kalau di daerah lain, mungkin saja saya belum mengetahuinya. Tanaman hias ini bisa tumbuh dengan baik dalam media pot bunga, atau bisa juga dijadikan tanaman penutup tanah (bagaikan rumput), pembatas tanah, atau pun tanaman pagar yang indah. 
Pemdudidayaan bisa dilakukan dengan cara stek batang, atau menebarkan bijinya dalam media tanam yang sesuai. Alangkah baiknya tanaman hias ini ditanam dalam area yang lembab, namun mendapat cahaya matahari yang cukup. Atau dengan kata lain, tanaman ini sangat cocok ditanam di area yang memiliki suhu hangat. 
Walau dianggap sebagai gulma atau rumput liar, tanaman hias ini sudah banyak peminatnya. Terbukti ketika saya mengunjungi beberapa situs online penjual tanaman hias dan bunga, nama Ruellia Ungu sudah bertengger di pasaran dengan harga bibit Rp. 22.000,-. Lumayan kan? Tanaman ini ternyata masih memiliki nilai ekonomi yang cukup lumayan, jadi jika anda memiliki tanaman hias ini di depan rumah dalam jumlah yang banyak, jangan sampai dipangkas habis dan dibuang !

Bunga Yang Indah Di halaman Rumah (Mawar)


Dilihat secara historis, awalnya mawar merupakan tumbuhan semak berduri yang merambat pada pohon tertentu, dan memiliki ketinggian 2 sampai 5 meter. Namun, seiring dengan kemajuan jaman dan teknologi pertanian, mawar sudah banyak dibudidayakan secara hybrid dan menghasilkan kultivar baru dengan tinggi pohon yang lebih pendek dan aroma yang lebih wangi.
Di negara lain, mawar sudah dibudidayakan secara masal untuk bahan industri parfum berkualitas tinggi. Kelopak bunga yang mengeluarkan aroma harum diproses melalui penyulingan untuk diambil ekstrak aroma harumnya. Di Indonesia, pemanfaatan mawar untuk diolah sebagai bahan parfum masih tergolong rendah. Umumnya mawar masih digunakan sebatas tanaman untuk menghiasi indahnya halaman dan taman kota. 
Pada jaman dulu mawar sering digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan rasa cinta. Seroang pemuda yang hendak menyampaikan rasa cinta kepada seorang gadis, biasanya dengan memberikan sekuntum mawar merah. Bila sigadis membalasnya dengan memberi mawar merah kembali, berarti dia sudah menerima cinta si pemudia. Tidak hanya itu, konon mawar merupakan lambang kesucian para dewa di dalam mitologi bangsa Yunani.
Poto mawar yang saya simpan dalam postingan ini, merupakan mawar yang ada di halaman rumah. Mungkin ini adalah mawar terakhir yang mekar di musim kemarau. Saya mengatakan demikian karena mawar ini hanya mekar dalam jumlah satu kuntum saja. Selain itu, tidak tampak daun mawar dengan pucuk yang baru. Mengapa demikian? karena berdasarkan pengalaman menanam dana merawat mawar, ketika banyak muncul daun pucuk mawar yang baru, selalu diikuti dengan munculnya kuncup bunga sebagai bakal dari bunga yang baru.
Mawar memiliki nilai jual yang tinggi karena di sebagian negara maju, selain dijual dalam bentuk bibit, bunga mawar biasa dijual per kuntum. Satu kuntum bunga bisa dijual dalam harga 15 sampai 25 ribu rupiah. Coba bayangkan, bila dalam satu pohon bunga mawar yang tumbuh dengan baik dan biasanya menghasilkan sepuluh sampai dua puluh kuntum dalam satu musim, tentu akan menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi.

July 28, 2017

Bunga Stepanot Ungu (Garlic Vine)


Bunga Stepanot Ungu sering disebut dengan Garlic vine atau dengan bahasa laitn disebut Mansoa Alliacea merupakan jenis bunga yang berasal dari sekitar negara Amereka Selatan bagian utara. Merupakan salah satu jenis bunga yang cukup unik. Bentuk bunga ini menyerupai terompet dengan batang pohon yang merambat, dan tumbuh dengan ketinggian mencapai satu meter.
Bunga jenis ini memiliki nilai jual yang cukup lumayan. Untuk bunga yang sudah dewasa dengan ketinggian 50 centi meter, bisa dihargai dengan nilai antara 30 sampai 40 ribu. Ternyata bunga ini memiliki nilai jual yang bisa menjadi referensi bagi para peminat dan pebisnis bunga.
Sejumlah keunikan dari bunga Stepanot ungu adalah memiliki aroma khusus jika kita meremas bagian kelopak bunganya. Setelah diremas coba anda cium bau di tangan anda ! Maka akan tercium bau bawang putih. Dikarenakan bau bawang putih yang dihasilkan oleh bunga ini, maka bisa dijadikan sebagai tanaman bunga pengusir ulat. Sehingga sangat cocok bagi anda para petani bunga atau pun pecinta bunga yang suka membudidayakan dan menanam tanaman hias atau pun bunga di halaman rumah untuk mengusir ulat yang suka merusak daun bunga atau tanaman hias. Cukup ditanam satu pohon bunga Stepanot ungu di taman bunga anda untuk mengusir ulat. Mengapa tidak menanam dalam jumlah banyak? Karena bunga Stepanot ungu mampu tumbuh dan berkembang dengan cara merambat, sehingga tidak dibutuhkan banyak pohon sebagai penangkal ulat.
Keunikan lain dari bunga Stepanot ungu adalah mempunyai kemampuan mekar dalam tiga hari. Cukup cepat dibandingkan dengan proses bunga jenis yang lain. Sehingga, dalam waktu yang singkat jenis bunga ini bisa menghiasi taman anda. Bunga ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias pagar.
Penanaman dan perawatan bunga Stepanot Ungu tidak susah. Hanya dengan cara stek batang, anda bisa membudidayakannya dengan mudah. Dan, cukup menggunakan media tanam berupa tanah biasa dengan dicampur sedikit kompos, tanaman hias ini akan tumbuh dengan baik. Untuk tindakan perawatan, anda cukup menyiramnya dalam intensitas 1 kali sehari. Bisa juga ditambahkna pupuk NPK untuk mempercepat pertumbuhan bunga ini dalam tempo satu bulan sekali. 
Lokasi tanam yang tepat untuk Bunga Stepanot ungu adalah areal tanah yang terbuka dan harus terkenal langsung oleh sinar matahari. 

July 27, 2017

Berkenalan Dengan Anggrek Soka Kuning


Saya sangat suka dengan bunga anggrek karena memiliki warna yang selalu mempesona dan tak pernah jemu memandangnya. Setiap kali keluar dari rumah melakukan aktivitas kerja, pergi ke pasar, berkunjung ke rumah keluarga, dan aktivitas lainnya, saya selalu melirik ke samping kanan dan kiri ketika mengendarai sepeda motor. Apa yang saya cari? Tentu jawabannya adalah mencari target bunga untuk diambil potonya. 
Kadang saya menemukan berbagai jenis bunga di kebun, pinggir jalan, pinggir sawah, depan masjid, dan tempat lainnya. Saya tidak luput untuk selalu mengambil poto untuk diabadikan sebagai bahan artikel. Gambar dari poto yang saya ambil selain menyegarkan pandangan mata, selalu menjadi sumber inspirasi dalam menulis.
Kali ini sumber inspirasi yang akan saya bahas adalah Anggrek Soka Kuning. Kronologis diambilnya gambar bunga anggrek yang saya simpan di atas akan saya paparkan sedikit, karena tidak mudah dan dibutuhkan keberanian tentunya. Anda penasaran? simak terus yaaaa !
Di pagi hari sekitar jam 07.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), saya seperti biasa berangkat ke kantor. Baru meninggalkan rumah sejauh satu kilo meter, saya melihat ada serumpun bunga cantik di pinggir jalan. Awalnya saya mengira bahwa bunga tersebut tumbuh liar, namun setelah saya turun dari motor dan menghampirinya, ternyata bunga anggrek yang begitu indah. Ditanam di pinggir jalan dalam beberapa pot bunga yang kurang terawat. Dalam hati saya berpikir "mengapa bunga seindah ini dibiarkan di pinggir jalan di luar pagar dengan daun yang penuh debu. Saya tidak langsung mengambil poto dari bunga anggrek ini, karena walau disimpan di pinggir jalan pasti ada pemiliknya, karena bunga ini terletak tepat di luar pagar yang punya rumah.
Saya memutuskan untuk meminta izin pemilik bunga untuk mengambil potonya. Saya langsung mengucapkan salam dari luar rumah untuk menemui pemilik anggrek. Kemudian keluar seorang pria dan langsung menanyakan maksud saya bertamu. Saya pun mengutarakan tujuan untuk mengambil poto dari bunga anggrek yang berwarna kuning. Awalnya saya merasa malu, takut disangka tidak sopan. Namun, Alhamdulillah Si Pemilik rumah mengizinkan saya untuk mengambil poto dari anggrek warna kuning tersebut.
Setelah mengambil poto, saya langsung pamit dan berterima kasih kepada pemilik rumah yang telah dengan baik hati mengizinkan saya mengambil poto. Saya mulai melanjutkan perjalanan menuju kantor. Dalam hati saya berniat untuk mencari tahu jenis anggrek apakah ini? Dengan rasa senang karena memiliki poto si cantik berwarna kuning, saya mengerjakan pekerjaan kantor dengan lebih semangat.
Sepulang dari kantor, setelah beberapa jam beristirahat, saya langsung membuka laptop dan berselancar di dunia maya untuk mencari nama dan jenis dari anggrek yang warna kuning dengan morfologi batang pohon setebal 3 mili meter dengan ketinggian mencapai 60 centi meter, bunga bermekaran dalam jumlah banyak pada satu tangkai, dan pada tiap batang pohon menuju pucuk memiliki tangkai yang sedikit keunguan.
Akhirnya saya menemukan satu nama dari gambar bunga anggrek yang sangat cocok dengan poto yang saya ambil. Ya, namanya Bunga Anggrek Soka Kuning. Jenis anggrek yang tumbuh liar di atas pohon di sekitar dataran tinggi pulau Sumatera. Anggrek ini terbiasa hidup di pohon liar di sekitar pegunungan. Meskipun habitat aslinya sebagai epifit di atas pohon, jenis anggrek ini dapat beradaptasi dan tumbuh dengan baik di media tanah.
Didapatkan pula informasi bahwa Anggrek Soka Kuning berasal dari negara Amerika Latin. Mengapa bisa sampai ke Indonesia? Jawabannya, karena bunga anggrek ini memilik biji yang kecil dan halus, ada kemungkinan penyebarannya ke penjuru dunia terbawa oleh burung hingga samapai pula ke Indonesia.
Saya merasa bahagia saat menulis artikel ini, karena dipertemukan oleh Tuhan dengan salah satu mahluk-Nya yang diberkati dengan unsur keindahan. Alhamdulillah, terima kasih Tuhan  saya  bisa berkenalan dengan Anggrek Soka Kuning.

Heliconia Densiflora (Tanaman Hias Pisang-Pisangan Bentuk Bunga Mencakar)


Dalam postingan sebelumnya saya pernah membahas tanaman hias pisang-pisangan yang dikenal dengan nama  ilmiah Heliconia Rostrata (Tanaman hias pisang-pisangan dengan bentuk bunga menggantung). Kali ini saya akan membahas keluarga Heliconia yang masih saudara (entah kakak atau adiknya) dari Heliconia Rostrata yaitu Heliconia Densiflora. 
Heliconia Densiflora atau sering dikenal dengan tanaman hias pisang-pisangan cakar kepiting, karena bentuknya tegak dan tiap kelopak bunganya menyerupai cakar kepiting dengan warna jingga kekuningan. Tanaman hias ini memiliki keindahan yang tidak kalah dengan Densiconia Rostrata (bunga menggantung), karena bentuk tiap kelopak yang berlekuk pada tangkai kelopak yang menyerupai keris dan tiap helai kelopak menyerupai cakar kepiting.
Tanaman hias ini cocok ditanam untuk hiasan halaman rumah, perkantoran, hotel dan sebagainya. Jika anda hendak menanam dan membudidayakan jenis tanaman hias ini, anda tinggal mengambil tunas berikut akar yang biasa tumbuh di sekeliling induknya. Selain mudah dalam hal cara menanam, tanaman hias ini mudah pula untuk dirawat. Proses perawatan tanaman hias pisang-pisangan cakar kepiting, tidak jauh berbeda dengan perawatan tumbuhan pisang pada umumnya. Hal ini dikarenakan morfologi dari tanaman hias pisang-pisangan dengan tanaman pisang konsumsi tidak jauh berbeda. 
Di dalam pohon pisang hias terdapat kandungan air yang banyak sebagai cadangan metabolisme dan fotosintesis di saat musim kemarau. Lahan yang bisa digunakan untuk tanaman hias ini cukup leluasa. Karena tanaman hias ini mampu bertahan dan tumbuh dengan baik di area teduh maupun area yang terkena cahaya matahari langsung.
Sebaiknya penanaman tanaman pisang hias cakar kepiting dilakukan di tanah langsung (jangan memakai pot bunga), karena dengan menggunakan pot bunga, tunas baru akan tumbuh dalam jumlah yang sedikit (karena tanah dalam pot terlalu sempit). Jika ditanam di tanah langsung (tanpa pot), memungkinkan tunas akan tumbuh dengan lebih subur dan muncul ke permukaan tanah dalam jumlah yang lebih banyak. Agar tunas tanaman hias ini lebih banyak bermunculan, berilah pupuk kandang di sekitar induk pohon dengan campuran tanah yang sudah digemburkan. Buat tumpukan tanah yang sudah digemburkan sedikit menggunung di bawah pohon induk tanaman pisang hias untuk merangsang tumbuhnya tunas baru. Karena morofologi tanaman ini mempunyai kandungan cadangan air yang banyak, cukup disiram dengan intensitas seminggu dua kali.

July 26, 2017

Tanaman Hias Lidah Mertua (Sansevieria) Sungguh Luar Biasa


Nama tanaman ini cukup menyinggung para ibu yang sudah memiliki menantu. Jika Si menantu menyebut tanaman ini sebagai lidah mertua, apakah mertuanya akan marah? Nah, itulah konotasi negatif dari mertua yang seharusnya dimuliakan layaknya seorang ibu kandung. Mungkin saja orang yang pertama kali memberi nama tanaman hias lidah mertua kurang bersahabat dengan mertuanya. hehehe. Hanya bercanda yaaa! Jangan terlalu serius !
Morfologi dari tanaman hias lidah mertua yaitu bentuknya menyerupai pedang yang panjang, sehingga sebagian orang menyebut tanaman hias ini sebagai tanaman pedang-pedangan. Tanaman ini memiliki struktur daun yang tebal dan keras dengan ujung daun runcing dan tajam. Oleh karena itu, jangan membiarkan anak kecil bermain di sekitar tanaman hias ini karena ujungnya yang lancip dan tajam bisa membahayakan bila menusuk kulit atau mata anak anda.
Tanaman hias ini banyak kita temukan hampir di halaman setiap rumah, atau pun di dalam ruangan. Karena tanaman ini tergolong tidak susah untuk dirawat dan dibudidayakan. Walaupun disimpan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari dan mendapatkan penyiraman yang jarang, lidah mertua benar-benar mampu beradaptasi. Hal ini terjadi tentu karena habitat tanaman hias lidah mertua berasal dari daerah Aprika yang memiliki musim panas.
Alangkah lebih indah bila tanaman hias lidah mertua ditanam di dalam pot dan disimpan di dalam ruangan. Selain mempunyai fungsi estetis, tanaman hias ini mampu menyerap polusi udara dan menetralisir bau tak sedap yang ada di dalam ruangan.
Tanaman hias lidah mertua bisa dibudidayakan dengan cara menanam daunnya, karena dapat berkembang biak secara vegetatif (tak kawin). Langkah kedua untuk menanam lidah mertua bisa dilakukan dengan cara menancapkan akar dari tanaman hias ini ke media tanam dalam pot maupun area terbuka.
Banyak manfaat yang bisa didapat jika anda menanam tanaman hias lidah mertua, selain fungsi keindahan, tanaman ini kaya akan khasiat obat. Berikut saya paparkan sejumlah khasiat obat dari lidah mertua yang begitu mencengangkan bagi anda yang belum mengetahuinya.
1. Penyerap Polutan Terhebat
Dari sejumlah informasi yang diperoleh dari hasil berseluncur di dunia maya, tanaman hias lidah mertua mampu menyerap 107 polutan yang terkontaminasi dalam udara. Tidak hanya menyerap, tanaman ini langsung mengubah polutan yang diserapnya menjadi oksigen.
2. Bisa digunakan untuk bahan anyaman
Coba anda pegang tekstur daun dari tanaman hias ini, pasti terasa kuat dan liat jika berniat untuk mematahkannya. Hal ini terjadi karena di dalam daun lidah mertua terdapat serat padat yang sangat baik untuk dijadikan bahan anayaman. Di negara Jepang, pemanfaatan serat dari daun tanaman ini menjadi bahan anyaman sudah sangat populer. Setelah mengalami proses pengolahan, ternyata serat anyaman yang dihasilkan dari lidah mertua akan bertekstur lembut.
3. Berfungsi sebagai penyubur rambut
Tidak hanya terdapat pada tanaman lidah buaya, tanaman hias lidah mertua mengandung cairan yang memiliki fungsi untuk menyuburkan dan menghaluskan rambut. Anda bisa mengolahnya secara manual dengan cara menghancurkan daun lidah mertua yang sudah dipotong kecil-kecil dengan menggunakan blender. Kemudian saring cairan ekstrak daun lidah mertua sampai tidak meninggalkan ampas. Setelah itu, rebus cairan ekstrak dari daun lidah mertua hingga mendidih kemudian tiriskan sampai dingin. Nah, setelah tahap akhir ini anda bisa menggunakannya dengan cara membilas rambut anda ketika sedang mandi.
4. Mencegah Penyakit Diabetes
Pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Saya sangat sependapat dengan pepatah tersebut, karena bila anda sudah terjangkit dengan diabetes maka upaya penyembuhannya tidaklah mudah. Oleh karena itu, upayakan tindakan pencegahan dengan meminum air rebusan dari (ekstrak lidah mertua) secara rutin. Para ahli pengobatan herbal sudah membuktikan bahwa air dari rebusan daun lidah mertua bisa mencegah penyakit diabetes.
5. Menghasilkan Banyak Oksigen
Tanaman hias lidah mertua memiliki kandungan klorofil yang tinggi pada daunnya, sehingga pada saat fotosintesis, jumlah oksigen yang dikeluarkan daun tanaman hias ini lebih banyak dibandingkan tanaman lainnya. Hal ini sangat bermanfaat untuk menetralisir bau asap rokok di dalam ruangan.
Sebenarnya, masih banyak khasiat dari tanaman hias lidah mertua. Namun, pada kesempatan ini saya akan mencukupkan pemaparan sampai disini dulu. Semoga isi dari artikel ini ada manfaatnya. Terima kasih

July 25, 2017

Bunga Nona Makan Sirih Merah (Clerodendrum Speciosum)


Nama bunga ini cukup unik karena panjang dan menyerupai tradisi makan sirih yang banyak dilakukan oleh orang tua jaman dulu. Ya, bunga nona makan sirih merah (dalam bahasa sunda disebut bunga nyonya nyeupah). Nama ilmiah dari bunga ini adalah Clerodendrum Speciosum. Entah darimana asal usulnya hingga di Indonesia populer dengan sebutan bunga nona makan sirih merah. Padahal, secara historis seorang nona (gadis) jarang ditemukan melakukan nyeupah (tradisi orang tua di jaman dulu memakan sirih). Sehingga lebih cocok jika kata nona pada sebutan nona makan sirih merah diganti dengan nyonya. Itulah sebuah tradisi asal usul penyebutan nama bunga yang selalu terdengar unik di Indonesia.
Morfologi dari bunga nona makan sirih merah yaitu memiliki batang pohon yang merambat mengikuti arah tempat yang bisa dijadikan untuk merambat. Daun berbentuk oval dengan ujung meruncing. Warna kelopak bunga umumnya merah untuk yang sudah mekar dan berwarna merah muda untuk kelopak yang belum mekar, ditambah mahkota bunga di bagian tengah yang mengeluarkan empat helai benang sari.
Bunga nona makan sirih merah dapat ditanam (dibudidayakan) dengan cara stek, yaitu melalui pemotongan batang yang sudah tua. Bisa juga dengan cara menaburkan biji bunga ini di media tanam tanah yang sudah digemburkan. Dikarenakan memiliki sifat merambat, bunga ini bisa ditanam di sekitar pagar teralis untuk menghiasi pagar atau gerbang halaman rumah. Bisa juga ditanam dalam pot bunga dengan disimpan batang bambu sebagai penyangga rambatannya agar bunga ini terlihat lebih indah. Atau, jika anda ingin menanamnya di area terbuka tentu tidak mengurangi keindahan dari bunga ini. Yang jelas, dibutuhkan perawatan dengan cara memangkas daun atau batang muda yang merambat sesuai keinginan agar bunga ini terlihat lebih indah dan rapih. Tempat yang teduh dan terkena cahaya matahari penuh tidak menjadi masalah dalam pertumbuhan bunga yang satu ini. Agar bunga bermekaran dengan lebih sempurna, sebaiknya bunga ini ditempatkan di area terbuka.
Bunga nona makan sirih merah mempunyai khasiat obat juga seperti halnya tanaman herbal yang lain. Salah satunya berdasarkan informasi dari dunia maya yang saya temukan, bunga nona makan sirih merah berkhasiat untuk mengobati radang gendang telinga pada anak-anak dan menetralisir racun (toksin).

Tanaman Hias Brokoli Pucuk Kuning


Tanaman hias ini sangat cocok untuk ditanam di halaman rumah dan kantor. Jenis tanaman ini merupakan tanaman yang tidak susah perawatannya. Mampu tumbuh dalam cuaca panas dan dingin, di tempat yang teduh maupun terang, yang jelas tanaman ini tidak manja.
Bentuk daun yang bulat panjang dan keriting berwarna kuning terang sangat cocok untuk ditanam dalam pot bunga. Penggunaan pot bunga bisa disessuaikan dengan ketinggian tanaman. Untuk tanaman yang masih pendek bisa menggunakan pot kecil, sedangkan tanaman yang sudah tinggi (maksimal 1 meter) menggunakan pot ukuran besar.
Brokoli pucuk kuning dijual dengan harga Rp. 25.000 untuk ketinggian bibit 20 centi meter. Sedangkan untuk tanaman yang sudah dewasa setinggi 50 centi meter dinilai dengan harga Rp. 50.000,-.
Perawatan tanaman hias ini dilakukan dengan pemupukan sebulan sekali, dan penyiraman satu hari sekali. Pembibitan untuk budidaya brokoli pucuk kuning dilakukan dengan cara stek batang. Adalah sangat baik bagi pertumbuhan tanaman hias ini jika diberi pupuk kompos, sekam, atau pun bubuk kayu sisa gergaji dalam campuran tanah media tanam.
Bila anda menanam tanaman hias ini dalam jumlah banyak maka warna kuning terang akan menghiasi halaman rumah menjadi lebih indah. Seperti pada poto yang saya ambil dari depan halaman kantor, warna kuning terang sungguh menenangkan orang yang memandang. Keindahan tanaman hias ini tidak harus menunggu sampai pohonnya tinggi, dalam usia muda (bibit), tanaman hias ini sudah memiliki keindahan yang maksimal dari warna daunnya yang kuning terang.

Saka Asparagus Plumosus


Nama ilmiah dari tanaman hias berbentuk jarum ini adalah Saka Asparagus Plumosus. Kata asparagus mengingatkan kita pada tanaman sayur, namun jelas bahwa kedua tanaman ini tentu sangat berbeda. Saka Asparagus Plumosus merupakan tanaman hias yang berfungsi untuk memperindah halaman rumah atau taman.
Harga jual dari Saka Asparagus Plumosus cukup mahal. Untuk tanaman hias yang masih kecil (bibit) dihargai seniai Rp. 30.000,- . Sedangkan untuk tanaman hias yang sudah besar (agak tinggi) mempunyai harga jual mencapai Rp. 50.000,- . Tanaman hias ini termasuk jarang dimiliki oleh pecinta tanaman hias karena tergolong masih jarang di Indonesia.
Saka Asparagus Plumosus sangat cocok untuk ditanam dalam pot bunga, karena bentuknya yang kecil dan daun yang berbentuk jarum lebih cocok disimpan di sekitar teras rumah. 
Tanaman hias ini cocok di tempat yang lembab dan membutuhkan penyinaran cahaya matahari secara tidak langsung. Jadi bila di depan halaman rumah anda terdapat kolam buatan, tanaman hias ini sangat cocok untuk ditempatkan di pinggirnya.
Pembibitan dan budidaya tanaman hias Saka Asparagus tidak susah. Anda cukup memisahkan bibit dari rumpun induknya yang sudah besar. Ambil bibit dari induknya dengan hati-hati (harus terbawa dengan akarnya). Usahakan jangan sampai daun dan batangnya patah, karena tanaman hias ini kurang indah terlihat bila bagian pohonnya patah. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan pot bunga yang sudah dilubangi bagian bawahnya untuk memperlancar aliran air. Masukan campuran tanah, arang sekam yang sudah ditumbuk dan pupuk kompos (dengan perbandingan 1:1:1). Terakhir, masukan bibit Saka Asparagaus ke dalam media tanam di pot bunga. 
Perawatan Saka Asparagus Plumosus bisa dilakukan dengan menyiramnya sebanyak dua kali sehari, yaitu saat pagi dan sore. Tempatkan di areal yang teduh tapi mendapat cahaya matahari secara tak langsung, lakukan pemupukan dengan intensitas tiga minggu sekali agar tanaman hias ini dapat tumbuh dengan lebih baik. 

July 24, 2017

Bunga Asoka Yang Indah Berfungsi Sebagai Tanaman Pagar Hidup Berkhasiat Obat


Mendengar kata asoka tentu ingatan kita langsung terarah ke sebuah negara yang terkenal dengan tariannya. Ya, di negara India asal mula tumbuhan ini. Awalnya tumbuhan ini berbentuk pohon yang mempunyai ketinggian hingga 10 meter dengan daun oval lebar dan panjang dan menhasilkan warna bunga merah kecoklatan yang berumpun. Memang, pada awalnya bunga ini termasuk salah satu jenis pohon yang hidup di hutan. Namun, dikarenakan bunganya yang begitu indah ditambah rekayasa genetika pada teknologi pertanian yang begitu berkembang, bunga asoka bisa tumbuh dalam bentuk pohon kerdil setinggi 40-60 cm dengan bunga yang menarik dan indah.
Walaupun telah banyak jenis bunga asoka hibrid, namun bentuk daun dan bunga tetap tidak berubah, yang berubah hanya ukurannya saja. Selain berfungsi untuk menghiasi taman dan halaman rumah, bunga asoka bisa dijadikan tanaman pagar hidup karena memiliki akar tunggang yang kuat dan baik untuk menyangga tanah. Tidak terbatas pada keindahan dan berfungsi sebagai pagar hidup, bunga asoka juga memiliki khasiat obat untuk menyembuhkan wasir, luka memar, dan obat kram betis.
Untuk pengobatan wasir, anda ambil bunga asoka secukupnya kemudian ditumbuk hingga halus. Tumbukan bunga asoka kemudian dicampur dengan air bersih satu gelas. Sisakan air hingga setengahnya, kemudian saring dari ampas bunga yang ditumbuk. Minum air rebusan bunga asoka setelah makan. Dan, untuk pengobatan luka memar, bunga asoka bisa dijadikan bahan campuran ramuan obat. Bunga asoka serta daunnya dicampur dengan umbi daun dewa dan bunga mawar yang telah kering. Sebelum campuran tersebut direbus, cuci dulu sampai bersih. Baru direbus dengan air sebanyak 600 cc. Setelah rebusan matang hingga jumlah air berkurang setengahnya (300 cc), dinginkan air rebusan, kemudian minum dua kali sehari setelah makan.
Selain itu, bunga asoka bisa juga dijadikan bahan campuran ramuan obat herbal untuk mengobati kram/kejang betis. Bahan campuran yang digunakan yaitu bunga asoka ditambah daun sembung dan kuntum bunga mawar. Caranya sama seperti penjelasan di atas, yaitu dengan direbus dan diminum airnya sebanyak tiga kali sehari setelah makan.
Cara menanam (budidaya) bunga asoka tidaklah susah. Dengan stek batang dan harus diusahakan dari batang yang sudah tua tapi tidak kering, ambil batang asoka sepanjang 15 cm, batang tersebut jangan samapai dipotong semua daunnya, sisakan dua sampai tiga helai untuk mengurangi penguapan. Langkah selanjutnya adalah merendam batang bunga asoka dalam air bersih yang dicampur dengan cairan pupuk perangsang akar selama satu malam. Keesokan harinya, anda bisa menancapkan batang tersebut pada lubang tanah yang sudah diberi pupuk kandang atau kompos. Usahakan penanaman dilakukan pada areal yang teduh, baru setelah muncul akar dan daun baru, bibit bunga asoka harus dipindahkan ke areal tanah yang terkena cahaya matahari langsung. Perlu menjadi catatan, bahwa pada saat memindahkan bibit bunga asoka, akar baru yang tumbuh di bawah batang jangan sampai potong dengan cara memindahkan bibit tersebut berikut dengan tanahnya.

Bunga No Name


Entah apa nama dari bunga ini, saya sudah berselancar selama dua hari di dunia maya untuk menemukan namanya. Sekilas nampak seperti bunga kenikir, namun lebih kecil. Jumlah kelopak bunga ada sepuluh, dengan putik bunga terletak di tengah, daunnya berbentuk oval dengan bagian ujung meruncing dan permukaan yang kasar bila diraba. Saya menemukan bunga ini di halaman rumah saudara, ketika suatu saat berkunjung. Ketika saya bertanya kepada yang punya rumah, dia hanya menjawab, mungkin "bunga yellow". Sambil tertawa dan menggelengkan kepala.
Saya yakin, bunga ini tidak termasuk ke dalam jenis langka. Namun, baru sedikit pecinta bunga yang mengunggah gambarnya ke dunia maya, sehingga saya pun sampai saat ini belum menemukan nama dan jenisnya. 
Walau belum saya ketahui nama dari bunga ini, saya tetap tidak akan berhenti menulis. Terutama menulis tentang bunga. Karena saya khusus membuat blog ini untuk membahas semua jenis bunga yang ada di Indonesia dan dunia, ditambah upaya untuk gerakan penghijauan dan sayang lingkungan yang harus digalakan terus menerus agar bumi kita tetap hijau dan indah.
Bagai para sahabat blogger, para pecinta bunga, dan semua lapisan masyarakat dimana pun anda berada, saya minta bantuannya untuk menemukan nama dari bunga yang saya unggah potonya pada bagian atas artikel ini. Jika berkenan membantu silahkan informasikan nama dari bunga ini di bagian komentar. Sebelumnya saya sangat berterima kasih.
Sungguh salah satu jenis bunga yang indah. Saya mengamati bunga ini dari semua bagiannya. Ketika mengamati bunga yang baru tumbuh (masih muda), daunnya sebesar kepalan tangan bayi dengan bentuk bergelombang melancip ke ujung. Setelah membandingkan dengan daun bunga yang sudah matang (tua), bagian daun mulai mengecil (oval sebesar jempol), yang menonjol tinggal bagian bunga berukuran kecil (sebesar bunga kancing) dengan posisi menyebar di setiap ujung batang daun.
Bunga ini memiliki keindahan yang tidak berbeda dengan bunga kancing. Cocok untuk ditanam di halaman rumah atau di taman kota.
Pembudidayaan bunga ini cukup mudah hanya dengan cara reseed (menebarkan biji kembali) ke sekitar tanah di halaman atau taman.

Bunga Kancing Kaya Akan Khasiat Obat


Bunga kancing merupakan nama salah satu jenis bunga yang berasal dari Amerika dan sudah sangat populer di Indonesia. Bunga kancing sangat indah bila ditanam di halaman rumah, terlebih bagi anda yang malas menanam berbagai jenis bunga, dengan menanm satu jenis bunga ini dengan cara menebarkan biji sebagai bibitnya di tanah halaman rumah yang sedikit digemburkan dan disiram terlebih dahulu untuk menjaga kelembaban. 
Bila bunga kancing sudah disemai di halaman rumah dan tumbuh dengan baik, maka halaman rumah anda akan penuh dengan warna ungu, merah, dan warna lainnya sesuai pilihan. Akan tersebar bagaikan karpet yang dihamparkan. Agar bunga kancing bermekaran secara merata (tidak menjulang sebagian) usahakan memangkas ujung batangnya secara teratur.
Bunga Kancing memiliki istilah yang berbeda untuk tiap daaerah di Indonesia, ada yang menyebutnya bunga kenop, bunga ratna pajaka, kembang puter, taimantulu, dan sebagainya. Namun, sebutan yang paling umum dan populer untuk bunga ini adalah bunga kancing.
Bunga Kancing tumbuh dengan ketinggian pohon maksimal 60 centi meter, dengan batang pohon bercabang dan berbulu, selain pada batang, terdapat pula bulu kasar pada daun berbentuk oval terbalik bagian atas dan bulu halus pada daun bagian bawah.
Berbagai sumber memaparkan bahwa bunga kancing memiliki khasiat obat, bahkan khasiat obat dari bunga kancing ini tidak kalah dengan khasiat obat herbal (jamu) lainnya. Berikut saya paparkan sejumlah khasiat dari bunga kancing.
1. Bunga kancing berkhasiat  mengobati sakit kepala (migrain)
Bagi anda yang sering mengalami sakit kepala karena terlalu cape bekerja, kerja otak terlalu lelah, bahkan migrain, bunga kancing bisa dijadikan obat dengan cara mengambil 5 butir bunganya yang berbentuk bola, kemudian direbus untuk diminum airnya. usahakan untuk meminumnya tiga kali sehari.
2. Bunga kancing berkhasiat mengobati disentri 
Bila anda mengalami disentri, bolak-balik ke kamar mandi, sudah diobati dengan obat warung tidak ampuh. Tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Alternatif termudah dan berkhasiat dengan cara mengambil 7 butir bunga kancing untuk direbus kemudian diminum ekstrak dari air hasil rebusan tersebut. Aturan pakai untuk mengkonsumsi air rebusan yaitu 2 kali sehari.
3. Bunga kancing berkhasiat mengobati bronchitis akut dan infeksi saluran pernapasan
Bahan alternatif untuk mengobati bronchitis dan sesak pernapasan karena radang atau infeksi bisa dengan cara yang sama yaitu meminum rebusan dari 9 butir bunga kancing dengan intensitas 3 kali sehari.
4. Mengobati stress dan pikiran yang gundah
Coba anda perhatikan gambar bunga kancing di atas ! terdapat seekor kupu-kupu yang sedang hinggap di atasnya. Saya mengamati kupu-kupu lebih sering hinggap di atas bunga kancing dibandingkan bunga yang lainnya. Hal ini terjadi karena jika memandang bunga ini, terdapat efek tenang (pengalaman peribadi). Mungkin saja si kupu-kupu juga sedang stress. hehehe. bercanda yaaaa!
Bunga kancing memiliki kandungan zat anti stress dan anti oksidan, sehingga dianjurkan bagi anda yang sedang gusar, banyak pikiran, gundah gulana dan sebagainya untuk mengkonsumsi rebusan dari 5 butir bunga kancing dengan intensitas 2 kali sehari
5. Mengobati radang mata
Infeksi pada mata ditandai dengan adanya rasa gatal yang berkelanjutan. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk mata anda yaitu dengan cara merebus 3 butir bunga kancing untuk kemudian diteteskan air rebusan yang sudah dingin pada bagian mata yang terkena infeksi/iritasi. Intensitas penggunaan tetesan air rebusan bunga kancing bisa dilakukan pada saat pagi, siang dan sore.
6. Mengobati kencing yang tidak lancar
Kencing tidak lancar karena penyakit prostat (infeksi saluran kencing) dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi air rebusan 7 butir bunga kancing secara teratur. Caranya dengan meminum air rebusan tersebut sebanyak 3 kali sehari. Tidak hanya itu, bagi anda yang keracunan akibat makan jengkol terlalu banyak (karena asam jengkaloat) sehingga mengakibatkan rasa sakit saat kencing, bisa diobati dengan meminum air rebusan bunga kancing.
7. Obat penambah nafsu makan
Oke, siapa kiranya yang merasa tidak nafsu atau kurang berselera pada saat makan? jika sebelumnya anda makan dengan selera yang tinggi, kemudian nafsu makan tersebut berkurang entah karena apa penyebabnya. Dengan meminum air rebusan 10 butir bunga kancing dengan intensitas 2 kali sehari, saya jamin nafsu makan anda akan menjadi lebih baik.
Demikian ulasan mengenai bunga kancing yang kaya akan khasiat obat. Informasi tersebut saya dapatkan dari pengalaman peribadi, sumber langsung dari orang lain, dan sejumlah hasil penelusuran di dunia maya. 


Tanaman Hias Daun Agave Attenuata


Tanaman hias daun ini berasal dari negara Meksiko. Bentuk daunnya roset dengan ujung daun runcing. Warna daunnya hijau muda dengan sedikit abu-abu. Termasuk salah satu jenis tanaman hias yang tahan panas. Sehingga penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari. Termasuk pada saat musim hujan, tanaman hias daun ini tidak perlu disiram.
Pertumbuhan tanaman hias daun ini cukup lambat, namun setelah berbunga memiliki keindahan tersendiri. panjang bunganya bisa mencapai satu meter. Ditambah keindahan daun bisa menghias halaman dengan ukuran minimalis.
Agave Attenuata berfungsi sebagai pemanis. Jika daunnya dipotong, terdapat cairan kental mirip jel seperti pada lidah buaya. 
Dikarenakan pemeliharaannya tidak sulit, tanaman hias ini banyak diminati oleh pecinta bunga dan tanaman hias, ditambah varietas tanaman hias daun ini masih langka di Indonesia. Sehingga bibit dari tanaman hias daun ini menembus angka 60-70 ribu rupiah. 
Pembudidayaan dari Agave Attenuata (di Indonesia sering disebut dengan siklok) cukup mudah, dengan menancapkan bagian daun yang sudah dipetik dari induknya, tanaman hias ini bisa tumbuh di pekarangan rumah.

July 23, 2017

Tanaman Hias Daun Mutiara (Pilea Cadierei)


Setelah mencari deskripsi untuk tanaman hias daun mutiara, tidak banyak situs yang menampilkan pemaparan tentang tanaman hias daun ini. Hal dikarenakan tanaman hias daun ini masih langka dimiliki oleh para pecinta tanaman dan bunga.
Menurut beberapa informasi, tanaman hias daun mutiara yang bernama ilmiah Pilea Cadierei berkembang di negara tropis dan subtropis. Di negara Cina da Vietnam tanaman hias ini tumbuh dengan subur. 
Mengenal tanaman  hias Pilea Cadierei tidaklah susah, karena bentuknya yang mempunyai ciri khas tersendiri. Ukuran daun yang bebentuki oval dan kecil dengan warna dasar permukaan daun hijau bertaburan corak berwarna perak membentuk sebuah pola pada daunnya. Jika dilihat dari jarak jauh, bercak putih yang menjadi corak permukaan daunnya akan nampak seperti mutiara, sehingga tanaman hias ini populer dengan sebutan daun mutiara.
Tanaman hias daun mutiara merupakan salah satu tanaman indoor (dapat ditanam dalam ruangan), dan akan tumbuh baik dalam area teduh dan sejuk. Suhu yang dibutuhkan untuk tanaman hias ini sekitar 15-21 derajat Celcius. 
Pembudidayaan tanaman hias mutiara bisa dilakukan dengan cara stek pada batang muda. Kemudian batang yang sudah diambil dicelupkan dalam larutan/cairan perangsang akar selama dua sampai tiga jam. Kemudian tanam dengan media pasir kasar dan kompos. Setelah ditanam dalam pot, tanaman hias daun mutiara akan mengeluarkan akar dalam kurun waktu 3-4 minggu. 
Perawatan tanaman hias daun mutiara harus dilakukan dengan telaten. Mulai dari pemangkasan dari batang daun yang sudah mulai menguning (tua) harus terus dilakukan agar tumbuh daun baru dengan warna yang lebih segar dan menarik. Pemupukan bisa menggunakan pupuk cair atau pun kompos. Intensitas penyiraman untuk tanaman hias ini jangan terlalu sering, hanya dengan melihat indikasi media tanamnya sudah mengering baru kita siram kembali tanaman hias ini.

Tanaman Hias Tapak Dara (Catharanthus Roseus)


Tanaman hias tapak dara merupakan sebutan untuk tanaman hias oleh orang jawa. Sedangkan masyarakat sunda suka menyebut tanaman hias ini dengan sebutan kembang tembaga. Begitu juga dengan daerah lainnya di Indonesia, tanaman hias ini menyandang sebutan yang berbeda. Tidak hanya di Indonesia di negara Malaysia, Cina, Pilipina, Vietnam dan Inggris juga mempunyai sebutan yang khusus untuk tanaman hias jenis ini. Nama ilmiah untuk tanaman hias ini adalah Catharanthus Roseus. Untuk selanjutnya, dalam artikel ini saya akan menyebutnya dengan sebutan paling populer di Indonesia yaitu tanaman hias tapak dara.
Berdasarkan pengalaman melakukan perjalanan pendek di daerah tempat saya tinggal. Tanaman hias tapak dara sering saya temukan di sekitar selokan di pinggir jalan raya. Saya pernah menemukan tiga kali tapak dara di pinggir jalan, dengan warna yang berbeda. Ada tapak dara yang berwarna putih, merah muda dan ungu. Dalam artikel ini saya memasang poto tapak dara berwarna ungu yang saya ambil dari pinggir jalan raya.
Untuk lebih mengenal tapak dara, anda harus benar-benar mengamati morfologi dari tanaman hias ini. Tanaman hias tapak dara mempunyai bentuk pohon dengan batang yang bercabang, di sekitar batang yang bercabang tersebut muncul daun dengan tepi daun yang rata selebar kurang lebih 2-3 cm dan panajang 5-6 cm, dengan batang daun pendek. Bunga tapak dara mempunyai 5 kelopak bunga dengan rongga udara di bagian tengahnya. Ketinggian batang pohon tanaman hias ini sekitar 20 cm sampai 60 cm (tergantung kecocokan habitat). Anda jangan sampai salah mengenali tapak dara, karena jika diamati dari bentuk bunganya saja akan sangat mirip dengan tanaman hias pacar air. 
Usaha untuk membudidayakan tapak dara bisa dilakukan dengan penyemaian biji. Dari biji yang sudah kering, anda bisa menanamnya di dalam pot dengan media tanah yang dicampur dengan pupuk kompos dan pupuk kandang. Biji tapak dara ditimbun dalam tanah dengan kedalaman setebal bijinya. Kemudian siram secara teratur. Apabila biji tapak dara sudah berubah menjadi bibit yang tumbuh, tunggu ketinggian tanaman hias ini sampai sekitar 15-20 cm. Setelah itu baru dipindahkan ke dalam pot bunga atau area terbuka. Pada dasarnya menanam tapak dara tidak susah, hal ini terbukti dari fakta yang ada bahwa tanaman hias ini bisa tumbuh dengan baik di sembarang tempat. Namun, umumnya di tempat terbuka yang terkena cahaya matahari langsung.
Selain mempunyai fungsi sebagai tanaman hias, karena keindahan bunganya yang berwarna terang tersebar di setiap ketiak daun pada cabang pohon dari batang, tanaman hias ini memfunyai khasiat sebagai sumber olahan obat penyakit leukemia (kanker darah) dan hodgkin (kanker pada sistem kelenjar getah bening).
Sebagai catatan, anda jangan pernah langsung mengkonsumsi daun atau bunga dari tanaman hias tapak dara, karena kemungkinan besar tanaman hias ini digunakan sebagai obat melalui pengolahan secara medis (proses industri obat). Dari berbagai informasi yang saya dapatkan, tanaman hias tapak dara benar-benar mengandung racun. Jadi sekali lagi saya sampaikan, jangan pernah mengkonsumsi tanaman hias ini secara langsung.

July 22, 2017

Bunga Allamanda Cathartica


Allamanda Cathartica merupakan istilah latin untuk tanaman hias yang sering populer disebut bunga terompet emas atau bunga lonceng kuning. Bentuknya mirip dengan bunga bakung dan kucubung, namun ukuran dari Allamanda Cathartica jauh lebih kecil. Ketika mengetahui nama latin dari tanaman hias ini, saya langsung teringat nama-nama pemain telenovela dari daerah Amerika Selatan (Brazil dan Meksiko). Ternyata, bunga ini ditemukan banyak tumbuh di negara Brazil. Salah satu kelebihan dari bunga ini adalah mampu berbunga sepanjang tahun, bila tumbuh di habitat yang cocok dan sesuai.
Berdasarkan sejumlah informasi, Allamanda Cathartica berasal dari daerah Amerika Tengah dan Selatan. Warnna kuning keemasan dari bunga ini yang sesuai dengan habitat di tempat terbuka dan harus terkena cahaya matahari langsung menambah kecocokan bila bunga ini ditanam di halaman rumah. Ditambah dengan ketinggian pohon tanaman hias ini umumnya tidak lebih dari 2 meter, sedangkan rata-rata ketinggian rumah sampai atap kurang lebih 3 meter. Artinya, pohon dari bunga Allamanda Cathartica tidak akan mengganggu pemandangan di depan halaman rumah. Alangkah lebih indah dan cocoknya bila tanaman hias ini disandingkan dengan kolam buatan di halaman rumah. Hal ini menjadi suatu faktor pendukung pertumbuhan bunga Allamanda, karena selain suka dengan tempat terbuka, tanaman hias ini juga menyukai kelembaban yang tinggi. 
Dua faktor yang cukup penting bagi tanaman hias Allamanda Cathartica yaitu ruang terbuka dan kelembaban yang tinggi. Salah satu bukti dua faktor tersebut mendukung pertumbuhan tanaman hias ini yaitu saya mengambil poto dari Allamanda Cathartica di pinggir sungai dekat jalan raya di daerah sekitar Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung.
Tanaman hias Allamanda Cathartica sangat cocok tumbuh di daerah tropis. Sehingga di Indonesia tanaman hias ini sangat cocok tumbuh dan berkembang di tiap daerah. Selain cocok di tanam di halaman rumah, anda juga bisa menanamnya di pinggir kolam ikan dekat vila dengan nuansa pegunungan. Jadi, selain menikmati hobi mancing ikan, anda juga akan menikmati keindahan bunga Allamanda sambil mencicipi ikan bakar. Duh, saya jadi ngiler nulis artikel ini.
Menurut penelitian para ahli di bidang medis, para ahli obat tradisional (herbal), bagian dari bunga Allamanda bisa digunakan sebagai obat perangsang buang air besar. Sangat cocok untuk anda yang terkena sembelit, karena bagian bunga dari Allamanda mengandung zat laksatif (perangsang, pelembut tinja). Ditambah dengan fungsi dari getah Allamanda Cathartica yang bisa digunakan sebagai obat anti bakteri, khususnya bakteri Staphylococcus (jenis bakteri patogen oportunistik yang menyebabkan berbagai penyakit pada manusia dan hewan). Tidak hanya itu saja, akar dari bunga Allamanda berfungsi sebagai obat untuk mencegah penyakit kuning.
Nah, bagi anda yang tertarik untuk menanan dan membudidayakan tanaman hias bunga Allamanda Cathartica, bisa mengambil biji dari bunga ini atau dengan cara stek batang untuk kemudian ditanam. Selamat menanam!

Bunga Kastuba Lokal Terlihat Indah Walau Belum Terkenal


Indonesia sangat kaya akan berbagai jenis tanaman. Selain tanahnya subur, berbagai jenis tanaman impor pada umumnya bisa tumbuh dengan baik di negeri ini. Salah satu jenis tanaman hias yang tumbuh di Indonesia adalah kastuba. Menurut uraian dalam Wikipedia (ensiklopedia bahasa Indonesia), kastuba berasal dari daerah Meksiko bagian selatan dan Amerika tengah. 
Tanaman hias kastuba memiliki daun berwarna merah menyala pada bagian pucuk dan biji bertebaran di ujungnya. Di Spanyol, tanaman hias kastuba dikenal dengan istilah bunga paskah (malam natal), karena bagian merah daunnya suka digunakan untuk hiasan pada saat acara malam natal. 
Di Indonesia tanaman hias kastuba tumbuh secara liar dan biasanya digunakan sebagai tanaman pagar untuk menyangga tanah yang landai. Baru-baru ini muncul kastuba mini (komersil) yang suka dijual di pinggir jalan dan ditanam dalam pot bunga. 
Poto kastuba yang saya ambil pada gambar di atas, terletak di pinggir jalan raya di daerah sekitar Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung. Bagi anda para pecinta tanaman hias, coba bandingkan keindahan kastuba lokal (yang tumbuh liar) dengan kastuba mini yang dijual di toko bunga dan pedagang tanaman hias ! Mana yang lebih indah? 
Bagi saya secara peribadi, awalnya mengagumi kastuba mini yang nampak lebih indah. Namun, setelah melakukan pengamatan selama beberapa minggu akhirnya saya memutuskan bahwa kastuba lokal jauh lebih indah. Warna daun merah pada kastuba lokal akan tumbuh lebih banyak karena memungkinkan batang pohonnya yang tinggi mampu bercabang lebih rindang sehingga menghasilkan daun pucuk berwarna merah yang lebih banyak dan bertebaran. Sedangkan pada tanaman hias kastuba mini (dengan batang pohon yang pendek), warna merah pada pucuk daunnya hanya terfokus pada batang pohon utama, karena kastuba mini dengan pohon yang rata-rata lebih pendek tidak mampu menghasilkan batang yang banyak.
Terdapat kepuasan tersendiri yang mungkin tidak akan bisa dirasakan oleh orang lain, ketika memandang daun kastuba lokal yang berwarna merah bertebaran dengan warna daun hijau pada bagian bawah. Terlebih, saat daun-daun tersebut tertiup angin. Mereka bagaikan melambai dan menyapa, "Aku lebih cantik Lhoooo, walaupun kastuba lokal!". 
Kembali pada topik keindahan tanaman hias kastuba. Walaupun menurut saya kastuba lokal lebih indah, mungkin bagi sebagian orang malah kastuba mini yang lebih indah. Pada hakikatnya nilai keindahan itu bersifat relatif dan bebas memilih. Jadi, anda mau pilih yang mana?

ENTRI UNGGULAN

Tanaman Hias Honje (Kecombrang) Dengan Manfaat Segudang

Saya mengkategorikan tanaman yang termasuk jenis sayuran ini ke dalam salah satu tanaman hias, karena bentuk bunga honje memiliki kein...

PALING POPULER